Setiap judul di sini berawal dari pendampingan riset bersama institusi pendidikan — dari perumusan masalah hingga naskah yang siap dibaca.
Every title here began as a research engagement with an educational institution — from problem framing to a manuscript ready to read.
Bumi bangun kehausan dan membuka keran, tetapi air tidak mengalir. Bersama Sari dan Profesor Pintar, ia menjelajahi perjalanan air — dari awan, hujan, sungai, hingga air bawah tanah dan kembali ke keran. Bumi belajar bahwa air sangat berharga, lalu berjanji melakukan satu aksi hemat air.
Seno sangat menyayangi ikan cupang barunya. Karena belum tahu cara merawatnya, ia menaruh ikan itu di toples dan menutupnya rapat. Pagi harinya ikan itu diam. Ibunya memeluk Seno dan menjelaskan bahwa ikan perlu udara. Seno pun belajar merawat ikan dengan benar dan bertanggung jawab.
Rio mengikuti matahari sepanjang hari. Ia melihat matahari terbit, mengamati bayangan pohon dan bayangannya sendiri, serta menyaksikan matahari membantu ibunya menjemur pakaian dan menolong para nelayan. Sore hari matahari terbenam, malam pun tiba, dan Rio bersyukur kepada Tuhan.
Hari Kemerdekaan tiba dan lomba-lomba diadakan dengan meriah. Tino ikut serta dengan penuh semangat. Ia berusaha sungguh-sungguh, bermain jujur, dan tidak menyerah hingga garis akhir. Tino pun membawa pulang piala, dan bersama teman-temannya ia belajar arti semangat juang.
Galih bangun kesiangan dan berangkat sekolah dengan terburu-buru, tanpa melihat nama pada tasnya. Ternyata tas hijau bergambar dinosaurus itu milik Rezi. Ketika bekalnya tertukar, Bu Guru mengajak mereka melihat nama pada barang. Galih meminta maaf, Rezi memaafkan, dan keduanya makan bersama.
Rere menunggu mamanya di sekolah. Seseorang yang tidak ia kenal datang menyapa dan mengajaknya pergi. Rere teringat pesan guru dan mamanya. Ia berkata, “Aku tidak mau,” lalu menjauh dan memanggil Ibu Guru. Rere pun aman, dan mamanya memujinya sebagai anak yang berani.
Raka sangat suka bermain bola. Suatu sore ia terus bermain hingga lupa waktu, tidak menghiraukan kakinya yang sakit dan badannya yang lemas. Tendangan kencangnya memecahkan kaca jendela. Raka berkata jujur, ibunya memeluknya, dan Raka belajar bermain di tempat yang aman serta beristirahat bila lelah.
Setiap pagi dan malam, seorang anak menyikat giginya hingga bersih. Ia minum susu dan memilih makanan sehat agar giginya kuat. Suatu hari giginya goyang, dan ia merasa takut. Ibunya memeluk dan menjelaskan bahwa gigi susu akan tanggal, lalu tumbuh gigi baru yang juga harus dirawat.
Elara adalah anak TK yang suka bertanya dan suka mencoba. Ia mengamati air yang meresap pada tisu, warna-warna yang bercampur menjadi pelangi berjalan, dan api kecil yang padam ketika ditutup gelas. Bersama orang dewasa, Elara belajar bahwa dunia di sekitarnya penuh keajaiban yang dapat diamati dengan aman.