Aku Bersyukur atas Ciptaan Tuhan
Rio mengikuti matahari sepanjang hari. Ia melihat matahari terbit, mengamati bayangan pohon dan bayangannya sendiri, serta menyaksikan matahari membantu ibunya menjemur pakaian dan menolong para nelayan. Sore hari matahari terbenam, malam pun tiba, dan Rio bersyukur kepada Tuhan.
Pagi hari matahari terbit dan bersinar terang. Rio tersenyum menyambutnya. Cahaya matahari masuk ke kamarnya dan membuat kamar itu menjadi terang. “Terima kasih, Matahari,” kata Rio.
Dalam perjalanan ke sekolah, Rio melihat bayangan di halaman — bayangan pohon dan bayangan bunga. Ia juga melihat bayangannya sendiri yang selalu mengikutinya ke mana pun ia pergi. Rio tertawa senang.
Rio mendapati matahari menolong banyak orang. Matahari membantu ibunya mengeringkan pakaian yang dijemur. Matahari membantu para nelayan mengeringkan ikan. Tanaman, bunga, dan buah pun tumbuh subur karena matahari.
Saat siang, matahari berada tinggi di atas dan bayangan menjadi pendek. Rio mengamatinya dengan takjub. Menjelang sore, matahari turun perlahan, langit berwarna oranye, dan anak-anak bermain layangan.
“Dadah, Matahari!” kata Rio ketika matahari terbenam dan hari mulai gelap. Malam pun tiba dengan bulan dan bintang. Sebelum tidur, Rio bersyukur kepada Tuhan.
Buku ini memperkenalkan konsep waktu, cahaya, dan bayangan kepada anak usia dini, sekaligus menumbuhkan rasa syukur atas ciptaan Tuhan yang setiap hari bermanfaat bagi kehidupan.