Aku Bertanggung Jawab pada Barangku
Galih bangun kesiangan dan berangkat sekolah dengan terburu-buru, tanpa melihat nama pada tasnya. Ternyata tas hijau bergambar dinosaurus itu milik Rezi. Ketika bekalnya tertukar, Bu Guru mengajak mereka melihat nama pada barang. Galih meminta maaf, Rezi memaafkan, dan keduanya makan bersama.
Pagi itu Galih bangun kesiangan. “Aduh, saya terlambat!” serunya terkejut. Mamanya menyiapkan bekal nasi goreng dan telur, lalu berpesan, “Lihat nama tasmu, Galih.” Galih mengangguk, tetapi ia masih terburu-buru dan berangkat tanpa memeriksanya.
Saat bel istirahat berbunyi, anak-anak mencuci tangan dan berdoa. Galih membuka bekalnya dan terkejut senang. “Wah, ada ayam! Wah, ada brokoli!” Padahal bukan itu yang disiapkan mamanya.
Di sudut lain, Rezi mencari tasnya dan tidak menemukannya. “Bu Guru, tasku tidak ada,” katanya sedih.
Bu Guru mengajak semua melihat nama pada barang. Galih memandang tas yang ia bawa, dan di sana tertulis REZI. “Ups, ini tas Rezi!” Galih merasa malu. Dengan suara pelan ia berkata, “Saya salah ambil. Maaf ya, Rezi. Saya tidak sengaja.”
Rezi tersenyum. “Tidak apa-apa. Ayo makan bersama.” Mereka pun berbagi: Galih memberi telur, Rezi memberi ayam.
Buku ini menanamkan tanggung jawab terhadap barang pribadi, keberanian meminta maaf, kelapangan hati memaafkan, dan kegembiraan berbagi.