Rere Berani Menjaga Diri — Aku Aman Bersama Orang Dewasa Terpercaya
Rere menunggu mamanya di sekolah. Seseorang yang tidak ia kenal datang menyapa dan mengajaknya pergi. Rere teringat pesan guru dan mamanya. Ia berkata, “Aku tidak mau,” lalu menjauh dan memanggil Ibu Guru. Rere pun aman, dan mamanya memujinya sebagai anak yang berani.
Rere adalah anak TK yang ceria. Suatu hari bel pulang berbunyi dan teman-temannya pulang satu per satu. Rere duduk menunggu mamanya di dekat Ibu Guru, dengan tas merahnya di pangkuan.
Tiba-tiba ada orang datang. Rere tidak mengenalnya. Orang itu menyapa dan berkata, “Ayo ikut Om. Om beri boneka.” Rere menatapnya dan merasa bingung.
Lalu Rere teringat sesuatu. Ia ingat pesan gurunya. Ia ingat pesan mamanya. Jangan ikut orang yang tidak dikenal. Dengan berani Rere berkata, “Aku tidak mau.”
Ketika orang itu mendekat, Rere berdiri dan mundur perlahan ke arah gerbang sekolah. “Aku tidak kenal,” katanya lagi. Rere merasa tidak aman, lalu ia bersuara keras, “Tolong! Tolong!” sambil memanggil gurunya.
Ibu Guru segera datang. Orang itu pergi. Ibu Guru memeluk Rere dan berkata, “Kamu aman sekarang.” Tidak lama kemudian mamanya datang dan memeluknya erat. “Rere anak berani,” kata Mama.
Buku ini memperkenalkan pendidikan keselamatan diri kepada anak usia dini dengan cara yang menenangkan: berkata tidak, menjauh, dan meminta tolong kepada orang dewasa terpercaya.